Sebab-sebab Usaha Dan Rizqi Yang Halal Fadhilah Amal

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam

Perkara yang halal memiliki kedudukan yang besar dlm syari’at ini. Banyak ulama yang mengungkapan besarnya kedudukan halal & banyaknya manfaat dgn berkata: “Halal itu kunci tatanan dunia”. Dan mereka berkata: “Dengan halal tegaklah & luruslah kehidupan”. Dan mereka berkata: “Tidaklah baik mata pencaharian kecuali dgn perkara yang halal”.

Perkara yang halal adalah penolong akan tegaknya islam, tegaknya kehidupan dunia & akhirat.

Perkara yang halal artinya semua perkara yang tak diharamkan oleh syari’at Allah Ta’ala.

Perkara yang halal tak akan diraih kecuali oleh orang yang menempuh sebab-sebabnya. Maka siapa yang telah menempuh sebab-sebabnya akan diharapkan utk bisa meraih riziqi yang halal. Dan sebagian dari sebab-sebab tersebut adalah:

01. Memperbanyak do’a agar bisa mendapatkannya & dipermudah baginya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَتَمَنَّوْاْ مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُواْ وَلِلنِّسَاء نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُواْ اللَّهَ مِن فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا“Dan janganlah kalian merasa iri terhadap apa yang dianugerahkan Allah kepada sebagian kalian lebih banyak dari sebagian yang lain. Bagi para lelaki ada bagian dari apa yang mereka usahakan & bagi wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Dan memohonlah kepada Allah sebagian dari karunianya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Tahu terhadaap segala sesuatu.”

Seorang muslim hendaknya meminta kepada Rabbnya agar dipermudah & ditolong dlm meraih yang halal. Diriwayatkan oleh Ahmad & Abdurrazaq dari Ummu Salamah & dari Abu Ad-Darda’: “Rasulullah senantiasa berdo’a selepas shalat fajr:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَرِزْقًا طَيِّبًا“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih & rizqi yang baik (halal penuh barakah).”

Dan sungguh Allah Ta’ala telah memberikan kepada beliau rizqi yang paling baik, paling utama & paling bermanfaat. Hadist tersebut dihasankan oleh Al-Hafizh dlm “Nata’ij Al-Adzkar”.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan kesepakatan ulama bahwa sebaik-baik rizqi & usaha adalah yang di dapat dgn sebab memperjuangkan kalimat Allah Ta’ala, seperti rampasan perang, fai yang mana ini diberikan kepada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Dan kita lebih pantas utk dikatakan lebih butuh kepada rizqi yang halal & baik dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan diriwayatkan dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarinya utk berdo’a:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَنْ مَنْ سِوَاكَ“Ya Allah, cukupilah aku dgn rizqi halal-Mu (dan hindarkan) dari yang Engkau haramkan, & cukupilah aku dgn anugerah-Mu (dan hindarkan) aku dari selain Engkau.” Hadits di hasankan oleh Al-Albany dlm “Ash-Shahihah”.

Maka dlm do’a ini permintaan utk bisa merasa cukup dgn perkara yang halal & menjauhi perkara yang haram. Dan ini semata-mata merupakan anugerah dari Allah Ta’ala.

02. Tawakkal kepada Allah Ta’ala

At-Tirmidzy & Ahmad meriwayatkan dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا“Kalau saja kalian bertawakkal kepada Allah dgn sebenar-benar tawakkal kepada-Nya niscaya Allah akan memberi rizqi pada kalian sebagaimana Allah memberikan rizqi kepada burung yang pergi pagi dgn perut kosong & kembali di waktu petang dgn perut kenyang.” Haditsnya shahih.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Hadits ini adalah landasan inti dlm tawakkal & mencari rizqi”. Sufyan berkata: “Tawakkal kepada Allah Ta’ala adalah cakupan agama ini, yaitu engkau ridha akan apa yang Allah Ta’ala tetapkan untukmu”.

Dan tawakkal haruslah hanya kepada Allah Ta’ala semata karena Allah Ta’ala itu Dzat Pemberi Rizqi. Betapa banyak orang yang lalai akan tawakkal kepada Allah Ta’ala dlm mencari rizqi.

03.  Ketakwaan

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberinya rizqi dari arah yang tak dia sangka.”

Maka rizqi akan mudah didapat dgn ketakwaan. Dan ketakwaan adalah menunaikan perintah & menjauhi larangan & bersabar menjalani takdir. Jika dia bertakwa kepada Allah Ta’ala maka dia tak ridha dgn tipu menipu, dusta & sumpah palsu. Karena dia merasa diawasi Allah ta’ala & dia takut akan adzab Allah Ta’ala.

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy:

لو عمل الناس بهذه الآية لكفتهم“Kalau manusia mengamalkan ayat ini niscaya akan mencukupi mereka.”

Yang benar hadits ini terputus sanadnya, namun perkara takwa adalah perkara yang jelas disebutkan dalaam ayat yang mulia.

04. Memperbanyak ibadah sunnah

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانتَشِرُوا فِي الأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ“Jika telah ditunaikan shalat maka menyebarlah kalian di muka bumi & carilah keutamaan (anugerah) Allah & banyaklah mengingat Allah agar kalian beruntung.”

Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Hakim & Ad-Darimy dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘ahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَآمُرُكُمَا بِسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فَإِنَّهَا صَلاَةُ كُلِّ شَيْءٍ، وَبِهَا يُرْزَقُ كُلُّ شَيْءٍ“Aku perintahkan kamu dgn Subhanallah wa bihamdih, karena sesungguhnya ia adalah shalatnya (do’anya) segala sesuatu & dengannya segala sesuatu diberi rizqi.”

Allah Ta’ala berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ“Ingatlah Aku maka Aku akan mengingat kalian, & bersyukurlah pada-Ku & jangan kalian kufur.”

Karena yang berbuat utk mencari rizqi adalah anggota badan maka dia tak ingat utk mengingat Allah Ta’ala, jadi lisanlah yang harus mewakilinya utk mengingat Allah Ta’ala.

Sebagian ulama berkata: “Menunaikan perintah yang wajib adalah modal inti & menunaikan amalan sunnah adalah labanya.”. Maka manusia butuh kepada laba. Maka jika penunaian sunnah merupakan sebab teraihnya rizqi, maka penunaian perintah wajib lebih pantas menjadi sebab teraihnya rizqi.

05. Baiknya niat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ“Sesungguhnya amalan itu dgn niat.”

Dan mencari rizqi adalah amalan anggota badan luar. Maka pencari rizqi berniat dgn niat yang baik, bahwa dia akan mencari yang halal agar bisa menghindarkan diri dari minta-minta & dari mengambil harta orang.

06. Bahwa pencari rizqi tidaklah cita-citanya utk berbangga-bangga dgn harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ كَانَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يُعِفُّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ كَانَ خَرَجَ رِيَاءً وَمُفَاخَرَةً فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ“Jika dia keluar berusaha demi anaknya yang masih kecil maka dia di jalan Allah. Jika dia keluar berusaha utk kedua orang tuanya yang lanjut usia maka dia di jalan Allah. Jika dia keluar berusaha utk dirinya agar terhindar (dari meminta & mengambil harta orang) maka dia di jalan Allah. Dan jika dia keluar berusaha (cari rizqi) utk pamer & berbangga-bangga maka dia di jalan syaithan.”

Perkara berbangga-bangga ini merupakan kebodohan, maka hendaknya menjauh dari unsur pamer & segala penyakit kalbu.

07. Hendaknya dia mencintai kebaikan utk orang lain

Sebagaimana dlm hadits Anas radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ“Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia suka kebaikan itu ada pada dirinya.”

Jika engkau suka mendapatkan rizqi yang baik & halal, maka engkau harus suka agar rizqi yang baaik & halal itu bisa didapat oleh saudaramu. Sehingga engkau mencintai kebiakan bagi manusia.

08. Bermuamalah dgn adil

Maka dia tak ridha dgn muamalah yang jahat, curang & jelek. Karena muamalah yang seperti ini akan menyebabkan dihalanginya rizqi yang baik & halal. Demikian juga hendaknya dia bermuamalah dgn jujur, & amanah. Dan muamalah dgn baik akan mengangkat derajatnya di sisi Allah Ta’ala.

Demikian saduran dari muhadharah (ceramah) Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam di Ma’had beliau Darul Hadits Ma’bar, Yaman.

Disadur oleh

‘Umar Al-Indunisy

Darul Hadits – Ma’bar, Yaman.

thalibmakbar.wordpress.com/2010/06/24/sebab-sebab-usaha-dan-rizki-yang-halal/
sumber: www.mediasalaf.com tags: Al Imam, Tidak Akan,

hadist usaha hadis tentang usaha blogsoto.com/ sebab- sebab- usaha- dan- rizqi- yang- halal- fadhilah- amal- 59.htm blogsoto.com/ sebab- sebab- usaha- dan- rizqi- yang- halal- fadhilah- amal- 59.htm blogsoto.com/ sebab- sebab- usaha- dan- rizqi- yang- halal- fadhilah- amal- 59.htm blogsoto.com/ sebab- sebab- usaha- dan- rizqi- yang- halal- fadhilah- amal- 59.htm hadits tentang usaha halal hadis hadis tentang usaha halal hadis usaha hadis usaha blogsoto.com/ sebab- sebab- usaha- dan- rizqi- yang- halal- fadhilah- amal- 59.htm blogsoto.com/ sebab- sebab- usaha- dan- rizqi- yang- halal- fadhilah- amal- 59.htm hadist usaha hadits tentang usaha dan doa hadits usaha doa