Kisah Nabi Yunus Ketika di Makan Ikan

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar)

Dalam berdakwah kepada kaumnya, Nabi Yunus u menghadapi penentangan yang demikian keras. Sekian lama beliau berdakwah namun tak juga membawa hasil. Keadaan ini membuat Nabi Yunus u marah & meninggalkan kaumnya. Allah pun menegurnya. Bagaimana akhir dari dakwah Nabi Yunus u?
Nabi Yunus u termasuk nabi dari keturunan Bani Israil. Allah I mengutusnya kepada penduduk negeri Ninawa di Mosul (Irak). Beliau menyeru kaumnya utk kembali kepada Allah I, namun mereka menolaknya. Nabi Yunus u tak berputus asa, selalu berusaha & berusaha mendakwahi mereka, namun mereka tetap menolak. Kemudian Nabi Yunus u mengancam dgn azab & pergi meninggalkan mereka, tak sabar sebagaimana mestinya. Beliau u pergi dlm keadaan marah.
Sementara itu, sepeninggal Nabi Yunus u, Allah mengilhamkan kepada kaum tersebut utk bertaubat & kembali kepada-Nya. Itu terjadi setelah mereka menyaksikan sebagian dari pendahuluan azab yang diancamkan kepada mereka. Allah pun menyelamatkan mereka dari azab tersebut. Secara lahiriah, Nabi Yunus u mengetahui mereka telah selamat dari azab itu, namun beliau tetap tak mau kembali. Oleh karena itulah Allah I berfirman:
“Ketika dia pergi dlm keadaan marah.” (Al-Anbiya: 87)
Dan firman Allah I:
“ketika dia lari ke kapal yang penuh muatan.” (Ash-Shaffat: 140)
Nabi Yunus u naik ke kapal yang sudah penuh dgn penumpang & barang. Sampai di tengah lautan, kapal tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda akan tenggelam. Saat itu hanya ada dua pilihan, mereka tetap bersama-sama di atas kapal tapi tenggelam semua, atau satu per satu dilemparkan ke laut sekedar meringankan muatan kapal & menyelamatkan yang lain. Akhirnya diputuskan utk memilih yang kedua. Mulailah diundi siapa yang akan dilemparkan ke laut. Termasuk dlm undian itu adalah Nabi Yunus u. Allah I mengatakan:
“Lalu dia termasuk orang-orang yang kalah.” (Ash-Shaffat: 141)
Yakni, Nabi Yunus u kalah dlm undian tersebut. Merekapun melemparnya ke laut & kemudian ditelan bulat-bulat oleh seekor ikan dari dlm laut. Di dlm kegelapan perut ikan itu, beliau berdoa:
“Tidak ada Ilah melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim.” (Al-Anbiya: 87)
Kemudian Allah I memerintahkan ikan tersebut melemparkannya ke tanah yang tandus.  Nabi Yunus u keluar dari perut ikan seperti anak burung yang keluar dari sebutir telur, betul-betul dlm keadaan sangat lemah. Allah I mengasihani beliau dgn menumbuhkan untuknya sebuah pohon dari jenis labu, & menaunginya hingga menjadi kuat.
Setelah itu Allah I memberi perintah kepadanya utk kembali ke tengah-tengah kaumnya, supaya mengajari & mendakwahi mereka. Dan sekarang penduduk negeri yang berjumlah lebih 100.000 orang itu menyambut seruan beliau. Mereka beriman kepadanya & mendapat kesenangan sampai waktu yang telah ditentukan.
Pelajaran
1. Dalam kisah ini, Allah menegur Nabi Yunus u dgn cara yang halus. Dengan menahannya di dlm perut seekor ikan, sebagai kaffarah (tebusan atas kesalahan beliau) sekaligus tanda kekuasaan Allah yang sangat besar & karamah (mukjizat) bagi Nabi Yunus u.
2. Termasuk nikmat pula dari Allah kepada beliau adalah diterimanya dakwah beliau oleh penduduk negerinya yang berjumlah lebih dari 100.000 orang. Dan besarnya jumlah pengikut, termasuk sebagian keutamaan mereka.
3. Bolehnya melakukan undian ketika menghadapi persoalan yang musykil, mengenai siapa yang berhak atau tak terhadap suatu perkara, apabila tak ada yang menguatkan salah satunya. Apa yang dilakukan penumpang kapal tersebut menunjukkan kaidah yang sudah dikenal, yaitu mengambil kemudharatan yang lebih ringan utk menolak kerusakan yang lebih besar. Tentunya sudah jelas, melempar salah seorang penumpang ke laut sangat berbahaya, namun malapetaka yang akan menimpa seluruh penumpang jauh lebih besar bahayanya.
4. Seorang hamba apabila dia memiliki hubungan yang baik dgn Rabb-nya, di mana dia selalu beramal shalih ketika dia dlm keadaan senang, Allah I tentu mensyukuri amalnya & mengingatnya pula ketika dia dlm keadaan kesulitan, yakni dgn melepaskannya dari kesulitan itu atau meringankan keadaannya. Oleh karena itulah Allah I berfirman dlm kisah Nabi Yunus u ini:
“Maka kalau sekiranya dia tak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (Ash-Shaffat: 143-144)
Sabda Nabi r:
“Doa saudaraku Dzin Nun (Nabi Yunus). Tidaklah seorang yang dlm kesulitan, lalu berdoa dgn doa ini melainkan Allah akan lepaskan dia dari kesulitan itu, yaitu: ‘Tidak ada ilah melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim’.” (HR. At-Tirmidzi & An-Nasai dari Sa’d bin Abi Waqqash z)
5. Iman itu menyelamatkan pemiliknya dari ketakutan & kesulitan sebagaimana Allah I firmankan:
“Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Al-Anbiya: 88)

Sumber: www.asysyariah.com Majalah AsySyariah Edisi 012

kisah nabi nuh dimakan ikan paus kisah nabi yg memberi makan ikan hiu kisah nabi dimakan ikan paus foto kisah nabi yunus yg dimakan ikan paus kisah nabi yunus dan ikan paus nabl yunus dlmakan lkan paus nabl yunus dlmakan lkan paus nabl yunus dlmakan lkan paus kisah nabi yang di makan ikan hiu jelaskan yang dimakan ikan hiu kisah nabi dimakan ikan paus cerita nabi yang di makan ikan hiu nabi yang dimakan ikan kisahnabiyunus dimakan paus